Tampilkan postingan dengan label All about Madura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All about Madura. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Maret 2013

Perbedaan Batik Tanjung Bumi dan Batik Pamekasan


Madura memang terkenal dengan batiknya. Berikut merupakan perbedaan antara Batik Tanjung Bumi dan Batik Pamekasan.


Batik Tanjung Bumi


  1. Tingkat kesulitan dari Batik Tanjung Bumi lebih rumit.
  2. Pola dari Batik Tanjung Bumi adalah pola burung atau tumbuhan.
  3. Batik Tanjung Bumi selalu menggunakan warna khas Madura (merah, kuning, hijau).
  4. Waktu pembuatan Batik Tanjung Bumi cenderung lebih lama.
  5. Harga Batik Tanjung Bumi lebih mahal.
  6. Salah satu contoh Batik Tanjung Bumi adalah Batik Genthongan


Batik Pamekasan



  1.  Tingkat kesulitan dari Batik Pamekasan tidak serumit Batik Tanjung Bumi.
  2. Pola dari Batik Pamekasan berupa serat-serat.
  3. Warna dari Batik Pamekasan adalah warna khas Madura yang terkesan "lebih berani".
  4. Waktu pembuatan Batik Pamekasan cenderung lebih singkat.
  5. Harga dari Batik Pamekasan lebih murah.

Senin, 10 Desember 2012

Batik Madura



          Madura terkenal dengan batiknya. Batik Madura memiliki corak yang khas dan unik. Hal itulah yang menyebabkan batik Madura disukai oleh berbagai kalangan masyarakat, baik itu masyarakat Madura maupun masyarakat luar Pulau Madura.

         Batik Madura khas dengan warna merah. Warna kebanggaan Madura. Contoh dari batik Madura adalah batik Tanjung Bumi, Batik Genthongan dan lain sebagainya. 

Kenapa dinamakan batik Genthongan ?

         Dinakaman batik Genthongan karena pembuatan  batik tersebut melewati proses perendaman warna di dalam sebuah gentong / kendi besar sangat lama. Hal ini lah yang menyebabkan batik ini harganya sangat mahal. Harga yang mahal tentu saja sebanding dengan hasil yang didapat. Prosesnya yang lama membuat batik ini berkualitas baik. 


Berikut merupakan beberapa contoh dari batik Madura :







          Perjalanan sejarah batik madura saat ini boleh dikatakan telah mencapai kejayaan, apalagi dengan pencanangan Hari Batik Nasional tanggal 2 oktober oleh Presiden Sosilo Bambang Yudoyono. Para pengrajin batik setelah peresmian Jembatan Suramadu disentra-sentra batik Madura mengalami kegairahan membatik.Seperti sentra batik tulis tanjung bumi di Bangkalan,sentra batik Banyumas Klampar,Pamekasan dan sentra batik Pakandangan Sumenep. Selesainya pembangunan jembatan Suramadu, pemkab Pamekasan bahkan menetapkan desa Banyumas Klampar kecamatan Propo sebagai desa batik.Tak hanya itu,sebuah pasar batik terbesar didunia (dilihat dari jumlah pedagang batik) juga telah dibuka.